Categories: Teknologi

Ikut Pelatihan yang Malah Bikin Saya Lebih Bingung

Ikut Pelatihan yang Malah Bikin Saya Lebih Bingung

Saya pernah ikut workshop tiga hari tentang “strategi konten” yang berakhir dengan kepala sesak dan tumpukan slide yang terasa hampa. Bukan karena materi buruk semata, melainkan karena pelatihan itu tidak menjawab pertanyaan paling sederhana: “Bagaimana saya menerapkannya besok di pekerjaan saya?” Setelah lebih dari 10 tahun menguji pelatihan — sebagai peserta, pembicara, dan pembina korporat — saya belajar satu hal penting: bukan semua pelatihan diciptakan sama. Di bawah ini saya bagikan tip praktis supaya Anda tidak keluar ruangan dengan lebih bingung daripada datang.

Kenali Tujuan Pelatihan Sebelum Mendaftar

Sebelum mendaftar, tanyakan apa yang akan Anda capai. Tidak cukup “belajar digital marketing” — minta learning outcomes yang konkret: apakah Anda akan bisa meng-set up kampanye iklan, membaca analytics, atau membuat konten yang meningkatkan engagement 10% bulan depan? Saya pernah melihat kursus “Komunikasi Efektif” yang menonjolkan pemateri terkenal tetapi hanya berisi teori komunikasi umum. Hasilnya: peserta pulang tanpa checklist praktek. Praktik: minta silabus, contoh tugas, dan dua contoh deliverable akhir. Jika penyelenggara tidak bisa menunjukkan contoh hasil nyata, pertimbangkan ulang.

Siapkan Konteks Pribadi dan Tujuan Belajar

Salah satu alasan kebingungan adalah pelatihan terlalu generik. Solusi sederhana: bawa konteks Anda ke ruang belajar. Sebelum pelatihan, tulis satu halaman brief—tujuan pekerjaan, tantangan spesifik, tiga pertanyaan yang harus terjawab. Di sesi terakhir workshop “inovasi produk” yang saya fasilitasi untuk tim R&D, peserta diminta membawa fitur produk yang sedang mereka kerjakan. Hasilnya: diskusi yang sebelumnya abstrak berubah jadi rencana aksi nyata dalam 48 jam. Tip praktis: ajukan satu studi kasus dari pekerjaan Anda sebagai tugas praktek; itu memaksa pemateri untuk menyesuaikan materi dan Anda mendapat keluaran langsung.

Kurangi Kebingungan dengan Kerangka Kerja yang Jelas

Pelatihan yang baik menawarkan kerangka kerja yang bisa dipraktikkan. Contoh kerangka: 70/20/10 untuk pembelajaran (70% experiential, 20% sosial, 10% formal). Jika sebuah kursus hanya presentasi slide tanpa latihan, itu merah. Dari pengalaman saya menyusun materi pelatihan manajemen proyek, peserta butuh template, checklist, dan studi kasus. Berikan diri Anda “alat” untuk pulang: template rencana aksi, contoh email follow-up, atau daftar metrik yang harus diukur. Selama pelatihan, coba praktikkan satu teknik langsung pada kasus Anda — jangan menunggu sampai pulang, karena transfer belajar menurun drastis bila tidak segera diaplikasikan.

Evaluasi dan Tindak Lanjut: Belajar Tidak Berhenti Setelah Sertifikat

Sertifikat adalah akhirnya, bukan tujuan. Evaluasi kualitas pelatihan berdasarkan tiga hal: (1) applicability — dapatkah Anda mengimplementasikan dalam 7 hari?, (2) transfer — apakah ada mentor atau komunitas yang mendukung implementasi?, (3) evidence — apakah ada ukuran yang bisa Anda ukur untuk melihat hasil? Setelah pelatihan, buat rencana 30/60/90 hari: tugas spesifik, metrik, dan siapa yang bertanggung jawab. Dalam program coaching yang saya jalankan, klien yang membuat rencana 30 hari dan memasang pengingat mingguan menunjukkan peningkatan produktivitas 23% rata-rata dibanding yang tidak melakukan tindak lanjut.

Jika Anda mencari komunitas atau peluang pelatihan yang lebih terarah, ada platform yang menyediakan posting lowongan magang dan program pengembangan terstruktur seperti recrutajovem — tapi ingat, platform hanyalah alat; hasil bergantung pada bagaimana Anda memakai materi itu untuk tugas nyata.

Penutup: pelatihan yang efektif bukan tentang durasi atau reputasi pemateri semata. Ini tentang tujuan yang jelas, konteks yang relevan, kerangka kerja yang bisa dipraktikkan, dan rencana tindak lanjut yang disiplin. Jangan ragu menolak kursus yang terdengar “menarik” tapi tidak bisa menjawab pertanyaan: “Apa yang saya lakukan besok untuk mengubah apa yang saya pelajari?” Jadikan pelatihan sebagai investasi yang terukur — bukan sekadar tameng untuk resume.

gek4869@gmail.com

Share
Published by
gek4869@gmail.com

Recent Posts

Bingung Memilih Hobi Baru? Ini Cerita Perjalanan Saya Menemukan Passion

Bingung Memilih Hobi Baru? Ini Cerita Perjalanan Saya Menemukan Passion Menemukan hobi baru bisa menjadi…

17 hours ago

Melamar Kerja Aman: Tips Keamanan Siber untuk Melindungi Data Pribadi dari Penipuan Lowongan Kerja Digital

Halo Para Pencari Karir dan Profesional Muda, Proses mencari pekerjaan di era digital saat ini…

19 hours ago

Perjalanan Menemukan Kembali Harapan Di Tengah Berita Yang Membingungkan

Di tengah derasnya arus informasi yang sering kali membingungkan, banyak anak muda merasa terjebak dalam…

3 days ago

Okto 88 Sebagai Gerbang Ekosistem Teknologi untuk Brand dan Komunitas Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, cara orang membangun brand dan komunitas berubah total. Kalau dulu cukup…

5 days ago

Menghadapi Hari Buruk: Tips Sederhana Agar Tetap Semangat dan Produktif

Menghadapi Hari Buruk: Tips Sederhana Agar Tetap Semangat dan Produktif Setiap orang pasti mengalami hari…

6 days ago

Memilih Situs Slot Depo 10k Terbaik: Kriteria Kunci Keamanan, Bet Minimal Rendah, dan Lisensi Resmi

Pembukaan: Fondasi Kemenangan Anda Adalah Situs yang Tepat Halo, para slotter selektif! Di tengah maraknya…

6 days ago